BIOGRAFI MBAH DACHLAN BAGIAN 2
Bagian 2 HILANGNYA MASA REMAJA BEKERJA DI BAWAH TEKANAN Keranjang Ikan Tahun 1940 Jepang menginjakkan kaki kolonialismenya di bumi Nusantara. Jepang berdiri kokoh di bumi persada, seperti kokohnya pohon kelapa yang ditiup angin di pantai laut Jawa. Masa remaja yang biasanya ditandai dengan romantisme tampaknya tidak berlaku bagi Dachlan. Masa remaja yang penuh dengan gejolak, tak ia jalani dengan suka cita. Tapi justru sebaliknya masa-masa yang indah tercerabut, tercabik-cabik, karena rutinitas yang tak dapat ia elakkan. Pagi, siang, dan malam Dachlan kapal bekerja sebagai tukang cuci piring di atas Jepang mengarungi lautan lepas, mengelilingi pulau-pulau Nusantara. Sesekali tangan-tangan kokoh dan kasar hinggap di pipi kanan Dachlan, meskipun kesalahan dilakukan oleh teman lain Jepang tak pernah mau tahu, bila seorang "melayu" melakukan salah semuanya kena mencetak bahkan tendangan tak kecuali Dachlan. Suatu hari angin begitu kencang, alam lagi tak bersahabat. Kapa...